Menajamkan Fokus Dalam Menulis Dengan Aplikasi Darkroom

Menajamkan Fokus Dalam Menulis Dengan Aplikasi Darkroom

Menajamkan Fokus Dalam Menulis Dengan Aplikasi DarkroomMaulanaAhsan.com

Menajamkan Fokus Dalam Menulis Dengan Aplikasi Darkroom
Menajamkan Fokus Dalam Menulis Dengan Aplikasi Darkroom

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mau share kepada teman teman tentang sebuah software yang sangat membantu kinerja teman teman terutama yang berprofesi sebagai penulis atau yang membutuhkan fokus dalam menulis.

Saya seorang praktisi SEO, yang sangat identik dengan menulis sebuah konten website, salah satu hal yang membuat saya kurang produktif dalam menyelesaikan pekerjaan adalah kurang fokus dalam bekerja terutama dalam menulis.

Terbukti dengan blog ini, yang sangat sangat jarang saya update karena ke-MALAS-an dan ke-tidak bisa fokus-an saya 😀 karena bagi saya menulis artikel adalah pekerjaan yang membutuhkan fokus dan konsentrasi, tidak bisa disambi pekerjaan lain nya.

Namun dalam beberapa kasus yang sering saya dan beberapa teman saya alami adalah saat ditengah proses penulisan artikel, kadang kami sudah kehilangan fokus baik itu karena notifikasi facebook atau karena tergoda oleh om youtube hehe, hal ini menyebabkan kami lama dalam menyelesaikan sebuah artikel.

Sangat kurang produktif jika setiap hari seperti itu, nah Alhamdhulillah akhir akhir ini saya menemukan solusi untuk masalah yang saya alami ini, dan akan saya share kepada Anda solusi nya.

Menajamkan Fokus Dalam Menulis Dengan Aplikasi Darkroom

Saya menggunakan software Darkroom untuk menulis artikel, saya menemukan tools ini dari blog seorang guru SEO yaitu mas Rohadi Right, dan saya coba untuk memakainya dan hasilnya cukup efektif untuk menjaga fokus dan konsentrasi dalam menulis sebuah konten.

Software yang ringan ini memiliki fungsi seperti notepad, namun kelebihan dari software ini dibandingkan dengan notepad adalah bisa untuk mode fullscreen atau layar penuh, sehingga fokus kita hanya tertuju pada menulis artikel saja tanpa ada gangguan pemandangan yang menggoda.

Dan salah satu fitur yang sangat membantu adalah disable notification, bisa menon aktifkan semua bunyi notifikasi yang dapat mengganggu fokus kita dalam menyelesaikan artikel, karena salah satu hal yang sering membuat sulit fokus adalah bunyi notifikasi facebook yang sangat menggoda kita untuk melihatnya 😀

Silahkan Anda coba dan rasakan sendiri sensasi nya, Download di website resmi nya DarkRoom

Sekian dari saya MaulanaAhsan.com tentang Menajamkan Fokus Dalam Menulis Dengan Aplikasi Darkroom Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk Anda, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Belajar Tidak Harus Melalui Bangku Kuliah

Kali ini saya sebagai admin Maulana Ahsan Blog akan share tentang Belajar Tidak Harus Melalui Bangku Kuliah 😉

Tulisan ini merupakan tulisan dari guru saya mas Izadian 😉 semoga dapat bermanfaat.

Belajar Tidak Harus Melalui Bangku Kuliah
Belajar Tidak Harus Melalui Bangku Kuliah

Alhamdulillah Saya bisa lulus kuliah, walau sampai semester 11. Yah, hampir 6 tahun lah..
Itupun Saya semangat ngerjain skripsi nya karena tau tinggal kurang dari 20 orang yang lulus dari 120an mahasiswa satu jurusan dengan saya.
Bandel banget memang.

Padahal kalau dibilang bodoh juga enggak, mengingat semenjak di SMP Saya seringkali juara 1-3 paralel dari 11 kelas yang masing-masing isinya 30 an murid. Hehe…
Sayangnya pas lulus Saya belum sempat juga menggunakan ijasah S1 Saya.
Gimana enggak, pas kerja Saya melamar ketika Saya belum lulus. Waktu itu sih, sedang ujian skripsi. Alhamdulillah keterima juga.

Lalu lamaran yang kedua, melamar calon istri Saya eh nggak ditanyain ijasah juga. 😀
Yasudah, ijasah S1 Saya tidak pernah Saya gunakan.
Kemudian Saya jadi mikir, haduh sepertinya lebih banyak sia-sianya Saya kuliah.
Lalu apakah kuliah itu tidak penting?! Menurut Saya penting nggak penting sih.

Menurut Saya pribadi, menurut pemahaman Saya saar ini bahwa sekolah apalagi kuliah itu sama sekali enggak wajib. Itulah pemikiran Saya.
Akhirnya terwujud juga dalam kehidupan kami, persis apa yang Saya yakini.
Alhamdulillah lagi, istri Saya ‘cuma’ lulusan SMP. Itu sekolah formalnya dia.
Hanya saja sekolah unformalnya dia sudah lulus perguruan tinggi. Mengapa begitu?

Semenjak sekolah SMP, istri Saya bingung banget sebenarnya apa manfaat dari semua pelajaran yang dia pelajari nantinya. Hitung-hitungan yang rumit, hafalan dsb yang menurut dia nggak bisa buat nyari duit.
Yasudah, akhirnya lulus dari SMP dia sudah kerja. Mulai dari kerja di toko bangunan sampai di sebuah pabrik. Yah yang kemudian di pabrik itulah ketemu dengan Saya. Ketemu dan dua bulan kemudian kami menikah. 🙂
Tanpa pendidikan formal yang tinggi dia mendapatkan lebih banyak keuntungan. Dia sudah mendapatkan banyak pengalaman yang bahkan belum dialami teman-temannya yang bahkan lulusan perguruan tinggi.

Saat temannya masih sibuk melamar kerja kesana kemari, dia sudah dapat pengalaman beberapa tahun bekerja ke orang lain.
Tidak hanya itu, karena pendidikan formal yang SMP itu dia jadi tidak terlalu milih-milih pekerjaan yang mungkin tidak akan mau dilakukan oleh orang yang lulusan perguruan tinggi.
Pengalaman kerja ke orang lain itulah yang sangat bermanfaat ketika kami belajar untuk membangun bisnis kami sendiri. Kami jadi tau bagaimana memperlakukan karyawan kami.

Sekolah itu beda dengan Belajar. Yang sekolah belum tentu belajar, dan belajar sama sekali nggak harus di sekolah kok. Betul nggak?
Prinsip itulah yang selalu Saya ajarkan ke keluarga Saya. Termasuk istri Saya dan anak Saya kelak ketika dia mengerti.
Maka jangan heran, kami masih terus belajar hingga saat ini. Belajar dan terus belajar. Jauh lebih banyak dibandingkan ketika kami sekolah formal.

Bedanya, sekarang kami bisa belajar apa-apa yang menurut kami penting dan butuhkan. Bukan dipaksa mempelajari semua hal yang kami nggak suka. Seperti di sekolah 🙁
Mau sekolah atau enggak? Mau kuliah atau enggak, yang penting belajar.
Kamu yang lebih tau tentang apa-apa yang wajib dan perlu kamu pelajari di kehidupan ini. Jangan lupa belajar..

Silakan klik SHARE kalau pengalaman kami bermanfaat…

Sekian dari MaulanaAhsan.com tentang Belajar Tidak Harus Melalui Bangku Kuliah 😉 Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya

Muhasabah : Jangan Mau Ditipu Setan

Bahan introspeksi diri saya sendiri , Copas dari status facebook saya : Muhammad Maulana Ahsan

Saat kita ingin mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara membiasakan ibadah atau kegiatan yang baik pasti ada yang tidak suka, dialah setan

Saat misalnya ingin merutinkan tahajjud dan sudah berjalan beberapa hari, maka pasti ada bisikan biskan dalam hati saat terbangun dari malam seperti “Udah tidur aja lagi, gak sholat gak papa, besok banyak kerjaan, daripada ngantuk, tidur aja lagi” dan lain sebagainya.

Saat hal tersebut terjadi, sebisa mungkin kalahkan bisikan tersebut karena sebenarnya diri kita masih terbelenggu dengan pengaruh setan, nah setelah kita wudhu dan sholat maka InsyaaAllah gak ada bisikan tersebut lagi, karena memang setan udah kalah dalam hal sholat tahajjud ini, tapi nanti setan akan datang lagi menggoda agar kita kesiangan sholat subuh, agar kita tidur lagi setelah sholat  itulah setan, pantang menyerah dan gigih dalam menggiring manusia dalam keburukan, untuk itu kitapun harus lebih gigih dari setan supaya bisa mengalahkanya.
Setan aja rajin, masak kamu males,,?
Selamat pagi mblo