Studi Kasus Saya : Strategi Marketing
Studi Kasus Saya : Strategi Marketing

Studi Kasus Saya : Strategi Marketing

Posted on

Kali ini Maulana Ahsan Blog akan sharing tentang Studi Kasus Saya : Strategi Marketing

Studi Kasus Saya : Strategi Marketing
Studi Kasus Saya : Strategi Marketing

Saya kali ini mau bagi hasil case studi kecil kecialn saya tentang marketing yang saya perhatikan dari seorang pengamen yang biasanya ngamen di bus antar kota,mengapa saya mengamati pengamen,,? ya karena ingin tau bagaimana si pengamen meyakinkan agar orang orang di bus memberi uang kepadanya 🙂 baca juga : Cara membackup Template Blogger

Studi Kasus Saya : Strategi Marketing

Saya tiga hari mulai hari senin hingga hari ini ada kegiatan di kota bojonegoro 🙂 saya sengaja berangkat dan pulang naik angkutan umum untuk mempelajari ini (dan juga untuk ngehemat bensin 😛 ) pada hari pertama berangkat dan pulang gak ada pengamen sih,jadi lanjut kegiatan untuk hari tersebut,dan hari kedua saya libur dirumah 😀 tidak ikut kegiatan,dan hari ketiga baru ada pengamen yang saya tunggu tunggu 🙂 ada dua pengamen,ya tentunya di waktu yang berbeda,namun dua pengamen ini cara dia menyanyi dan penyampaian sangat berbeda dan yang paling greget adalah hasilnya juga berbeda 😀

Pengamen pertama menyanyi dan main gitarnya bagus dan merdu 🙂 namun yang dia lakukan hanyalah bernyanyi dan maen gitar tanpa menyapa dan berkata sepatah katapun kepada para penumpang,yah walaupun nyanyinya bagus namun hasil akhirnya saya lihat sih relatif sedikit 🙂

Sementara itu pengamen yang kedua dia datang dengan senyum dan menyapa semua penumpang,dan kemudian bernyanyi,nyanyian dan permainan gitarnya sih jauh ama yang pertama,bahkan menurut saya dia maen gitar asal asalan,gak pakai cord lagu yang dinyanyikan,lempeng aja gitu 😀 kadang malah kurang pas antara gitas sama nyanyianya,namun setelah dia selesai menyanyikan beberapa lagu,dia memberi terima kasih kepada penumpang dan berkata “Keikhlasan anda adalah rezeki untuk saya,semoga makin lancar rezekinya,semoga sukses dan selamat sampai tujuan” dan kemudian “Mohon maaf jika saya mengganggu,semoga perjalanan anda lancar sampai tujuan masing masing” memberikan kotak donasi kepada semua penumpang,dan hasilnya lebih memuaskan,kebanyakan penumpang memberi uang 🙂

Nah yang bisa kita pelajari dari case study diatas adalah tidak hanya kualitas penentu orang percaya tapi juga tindakan kita,serta apa value tambahan yang bisa konsumen dapatkan dari kita, 🙂
Semoga case study sederhana ini bisa bermanfaat 🙂 sampai jumpa di artikel maulanaahsan.com selanjutnya 🙂

Gravatar Image
Selalu Tenang Sopan dan Berkarakter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.